Jakarta Eco Transport adalah sebuah sistem MassTransit dengan kereta rel tunggal (monorel) dengan jalur elevated, yang kini sedang akan dalam pembangunan di Jakarta, Indonesia. Dua jalur sedang dibangun: jalur hijau melayani Semanggi-Casablanca-Kuningan-Semanggi dan jalur biru melayani Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy.
Sejarah
Pilar penyangga proyek monorel Jakarta yang terbengkalai. Oktober 2008.
Proyek ini terhalang oleh kesulitan finansial dan sistem teknologi yang berganti-ganti. Awalnya diberikan pada 2003 kepada perusahaan Malaysia MTrans, pembangun Monorel KL, konstruksi dimulai pada Juni 2004 tetapi ditunda hanya setelah berjalan beberapa minggu. MoU MTrans dibatalkan, dengan proyek diberikan kepada konsorsium utama Singapura Omnico, yang mengusulkan menggunakan teknologi maglev oleh perusahaan Korea Selatan Hyundai ROTEM.
Pada Juli 2005, projek ini berganti tangan lagi dengan MoU baru diberikan kepada sebuah konsorsium perusahaan Indonesia PT Bukaka Teknik Utama, PT INKA, dan Siemens Indonesia. Pihak Omnico menentang ini, dan jadwal akhir 2007 sepertinya tidak mungkin terjadi. Namun pada Oktober 2005
konstruksi terus berlangsung, dengan anggapan bahwa fondasi dasar
"pile" dan pilar dapat digunakan oleh konsorsium dan teknologi yang
memenangi tender.
Rencana pengembangan
Pada rencana awal, proyek ini memiliki 3 fase, dengan mengutamakan
penumpang Bekasi/Cikarang dan Tangerang/Karawaci yang menuju Pusat CBD
Jakarta (Penumpang Bogor dan Depok telah dilayani dengan KRL, namun akan
memanfaatkan monorel ke Pusat CBD Jakarta):
- Fase I: Koridor Jakarta (27km)
- Tahap I: Jalur hijau (14km)
- Tahap II: Jalur biru (13km)
- Fase II: Jakarta ke Bekasi dan Cikarang (18-30km)
- Fase III: Jakarta ke Tangerang dan Karawaci (16-25km)
Setelah terhenti beberapa tahun, pada awal 2013 pemerintah DKI Jakarta akhirnya memastikan kelanjutan proyek monorel di DKI Jakarta. Proyek ini digarap oleh PT Jakarta Monorail. Rute yang digarap oleh PT Jakarta Monorail
terdiri atas dua jalur, yaitu jalur hijau dan jalur biru. Jalur hijau
terdiri dari Kampung Melayu-Tebet-Kuningan-Casablanca-Tanah
Abang-Roxy-Taman Anggrek (Jakarta Barat)
dengan extension ke timur dari Pondok Kelapa-Sentral Timur Jakarta dan
ke Barat dari Puri Indah. Sementara jalur biru dimulai dari
Kuningan-Kuningan Sentral-Gatot Subroto-Senayan-Asia
Afrika-Pejompongan-Karet-Dukuh Atas-kembali ke Kuningan.
Untuk proyek kali ini, PT Jakarta Monorail
menggandeng pihak Hadji Kalla Group. Nantinya, Hadji Kalla Grup akan
memiliki saham dominan dalam konsorsium baru dengan Jakarta Monorail.
Konsorsium baru tersebut menurutnya, akan membantu soal pendanaan dan
kontruksi. Sementara untuk armada kereta, PT Jakarta Monorail akan menggunakan monorel buatan Jepang
Sebelumnya gubernur DKI Jakarta yaitu Joko Widodo, merencanakan PT Adhi Karya mau bergabung dengan PT Jakarta Monorail. Namun Pihak Adhi Karya menolaknya. Mereka justru menawarkan rute lain monorel di Jakarta dan akan mengajukan proposal ke pemerintah DKI Jakarta.